Tampak Bersih di Luar, Tercemar di Dalam: Bahaya Air Tanah

Escherichia coli

Masyarakat di perkotaan sering menganggap air tanah yang bening pasti aman untuk mereka konsumsi. Padahal, kondisi fisik yang tampak jernih di luar sering kali menyimpan pencemaran mikrobiologis yang berbahaya di dalam. Ya, ada bahaya air tanah yang perlu diwaspadai. Keberadaan bakteri Escherichia coli menjadi indikator utama adanya kontaminasi tinja manusia atau hewan. Sutrisno (2018) menegaskan bahwa air yang mengandung bakteri ini tidak layak untuk konsumsi karena dapat memicu berbagai penyakit.

Faktor Penyebab Air Tanah Tampak Bening Tapi Tercemar

Air tanah yang terlihat bersih dapat tercemar akibat berbagai faktor lingkungan di sekitarnya. Masalah sanitasi tersembunyi ini tidak hanya dipengaruhi oleh jarak antara sumber air di tanah dan tangki septik. Beberapa faktor penyebab utama meliputi:

  1. Jenis tanah yang berpori, seperti tanah berpasir, yang mempercepat pergerakan air limbah menuju lapisan air tanah.
  2. Kondisi galian tanah yang kurang baik, sehingga zat pencemar dari permukaan tanah dapat meresap dan mencemari air tanah.
  3. Saluran pembuangan air limbah yang bocor sehingga air kotor meresap langsung ke dalam tanah.
  4. Pengolahan air limbah domestik yang tidak memenuhi standar kesehatan lingkungan.

Kondisi tersebut membuat air tanah tetap berisiko tinggi terkontaminasi, meskipun jarak tanah dengan tangki septik sudah memenuhi aturan sanitasi (Wright et al. (2013) serta Lapworth et al. (2017) juga menyatakan bahwa aktivitas di permukaan tanah sangat memengaruhi kualitas air tanah dangkal.

Standar Mutu Air Minum dan Lonjakan Kasus Diare

Pemerintah menetapkan aturan ketat untuk memastikan keselamatan air minum warga. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023, media air minum wajib memenuhi kadar Escherichia coli sebesar 0 CFU/100 mL dan Total Coliform sebesar 0 MPN/100 mL. Kehadiran bakteri ini menunjukkan adanya potensi bahaya dari patogen usus lainnya (Kementerian Kesehatan RI, 2023).
Dampak dari air yang tercemar ini terlihat nyata pada kesehatan masyarakat. Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (2024) mencatat lonjakan kasus diare di Kabupaten Hulu Sungai Selatan hingga mencapai 1.952 kasus pada tahun 2024. Peningkatan ini membuktikan bahwa pengelolaan sanitasi yang buruk menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga (Santi et al., 2024).

Menjaga Sanitasi dan Kualitas Lingkungan Sekitar

Masyarakat harus memperbaiki saluran pembuangan dan memastikan tangki septik rumah tangga dibuat kedap air. Selain menjaga sanitasi pemukiman, menjaga kesehatan lingkungan tanah sekitar juga sangat penting. Tanah yang terlindung dari pencemaran akan membantu menjaga kualitas air tanah dangkal tetap aman.

Untuk mendukung keberlanjutan dan kesehatan lingkungan tanah pekarangan maupun lahan pertanian, masyarakat dapat menggunakan Biolet. Produk Pengurai Tinja dan Limbah Organik ini bekerja secara efektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem tanah secara alami. Anda dapat membeli Biolet yang asli dengan mudah melalui toko online resmi Biosindo Mitra Jaya di Shopee.

 

Lihat artikel lainnya 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
PRODUK UNGGULAN

Konten Terbaru Lainnya

Hubungi Kami Untuk Dapatkan Penawaran Terbaik

Punya pertanyaan atau ingin melakukan konsultasi lebih lanjut terhadap kebutuhan Anda saat ini? Hubungi kami untuk mendapatkan layanan konsultasi profesional tanpa biaya sekarang juga

× Konsultasi