INFO BIOTRENT

 

Kiat Sukses Menanam Cabai

Sama seperti budidaya tanaman pada umumnya, budidaya cabai yang baik dan benar juga harus memperhatikan kesesuaian antara beberapa faktor pendukung (faktor pembatas) pertumbuhan, produksi tanaman serta permintaan pasar. Faktor-faktor yang harus diperhatikan antara lain seperti :


  1. Faktor tanah yang subur
  2. Faktor bibit tanaman yang baik
  3. Faktor pupuk yang lengkap, berimbang dan dalam jumlah yang cukup
  4. Faktor iklim yang sesuai
  5. Faktor kultur teknis cara budidaya yang baik
  6. Faktor penerimaan hasil produksi di pasar

 

Ibarat membangun sebuah gedung bertingkat, tentulah semakin tinggi bangunan tersebut maka diharuskan semakin dalam dan kuat fondasinya, sebab jika tidak, gedung akan runtuh karena fondasi yang dangkal tidak akan kuat menahan beban berat bangunan yang semakin tinggi.

 

Hal yang sama juga menjadi syarat utama dalam usaha menanam cabai. Untuk membuat tanaman cabai dapat tumbuh menjulang tinggi dan berbuah lebat, haruslah ditopang oleh fondasi akar yang sehat dan kuat. Selain karena akar menopang pertumbuhan tanaman cabai, akar yang kuat juga berfungsi untuk menyerap air dan unsur hara(menyerap makanan) dari dalam tanah untuk membangun tubuh tanaman yang sehat, kuat, dan lebih tinggi lagi.

 

Dalam ilmu budidaya tanaman ( ilmu pertanian) hal ini disebut dengan istilah ratio R/S (Ratio ; Root/Shoot), artinya perbandingan pertumbuhan volume akar dan volume tunas serta daun harus seimbang, sebab jika pertumbuhan akar dan pertumbuhan tunas serta daun tidak seimbang, maka dapat dipastikan tanaman tersebut tidak akan tumbuh sempurna seperti yang diharapkan.

 

Ada satu pengalaman dari salah seorang petani yang menanam cabai merah keriting tapi malah mengalami kerugian. Tanaman cabai yang diharapkan berbuah lebat ternyata tidak tumbuh dengan sempurna. Selain itu, banyak tanaman yang mati muda. Ternyata, ini terjadi karena akarnya busuk terserang jamur patogen fusarium pembusuk akar. Penyakit ini menular dari satu tanaman ke tanaman lainnya yang berada pada satu hamparan dalam waktu yang sangat singkat sekali. Tanaman mati muda dan akhirnya gagal panen.

 

Setelah mencermati dan mempelajari peristiwa ini, ternyata penyebabnya adalah pemakaian pupuk kandang yang belum matang dan tanah yang terlampau asam (pH tanah) rendah sekali. Selain itu, diduga ini juga disebabkan karena pemakaian pupuk kimia yang berlebih dan tidak berimbang.

 

Akan tetapi, ada suatu informasi menarik yang bisa memberi semangat baru bagi mereka yang ingin melakukan budidaya cabai. Informasi ini didapat dari salah satu petani berpengalaman yang sudah lama sukses menanam cabai. Dia menggunakan Pupuk Hayati Bio-Trent. Setelah Bio-Trent diperkenalkan dan digunakan di musim tanam berikutnya, beliau akhirnya mendapatkan apa yang didambakannya, yaitu panen yang sukses. Berkat Bio-Trent, tanaman cabainya dapa tumbuh kokoh, tinggi, dan berbuah lebat.

 

Setelah diteliti, ternyata Bio-Trent adalah pupuk hayati terbaik dan terlengkap saat ini. Beberapa hal yang membuat Bio-Trent menguntungkan bagi tumbuhan (Pertanian dan Perkebunan) dan Hewan (peternakan dan perikanan) adalah :


  1. Bio-Trent mengandung bakteri dekomposer Streptomycetes sp yang bermanfaat untuk mempercepat pengomposan pupuk kandang dan bahan organik lainnya, memperbaiki struktur tanah yang mendorong pertumbuhan akar, menghasilkan zat antibiotik yang dapat membunuh jamur patogen fusarium, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit
  2. Bio-Trent mengandung bakteri penyedia hara Rhizobium sp. dan Azotobacter sp. bermanfaat untuk menangkap nitrogen (N2) dari udara dan mengubahnya menjadi unsur hara NH4 dan NO3
  3. Bio-Trent mengandung bakteri pelarut fosfat dan kalium Bacillus sp
  4. Bio-Trent mengandung bakteri Lactobacillus dan Streptomycetes sebagai probiotik yang menghasilkan asam laktat dan aktinomisin yang dapat meningkatkan kesehatan tanaman
  5. Bio-Trent mengandung Rhizobacteria menghasilkan hormon PGRs (auksin, giberelin, dan sitokinin)

 

Cara pemakaian Pupuk Hayati Bio-Trent pada tanaman cabai sangatlah mudah dan sederhana yaitu :


  1. Setelah lahan diolah dengan traktor, semprotlah lahan dengan Bio-Trent sebanyak 2 liter/ha. Jika pupuk kandang/kompos digunakan, maka semprotlah lahan dengan Bio-Trent dalam dosis yang sama setelah pupuk kandang/kompos ditaburkan pada lahan. 
  2. Setelah pengolahan lahan dan penanaman cabai, lakukan penyemprotan pada lahan pangkal batang cabai secara berselang seling dengan pemupukan kimia sebanyak 2 liter/ha
  3. Untuk pupuk susulan, disarankan membuat larutan campuran Bio-Trent dengan cara : 

    • Masukkan 1 liter Bio-Trent ke dalam drum berisi 200 liter air
    • Kemudian masukkan kompos/pupuk kandang sebanyak 30 kg, kemudian tambahkan air hingga hampir penuh lalu diaduk dan dibiarkan selama 1 minggu. 
    • Kemudian tambahkan NPK sebanyak 3 kg.
    • Tuangkan larutan tersebut ke pangkal batang cabai sebanyak 100 cc per pokok ( 1 drum larutan campuran Bio-Trent sebanyak 200 liter cukup untuk 2000 pokok cabai dan dosis ini bertambah seiring bertambahnya umur dan tinggi tanaman cabai )

    Pupuk kimia tambahan untuk larutan campuran Bio-Trent dapat disesuaikan dengan kondisi keseimbangan pertumbuhan daun, bunga, dan buah dengan ketentuan sebagai berikut :

    • Bila pertumbuhan normal berimbang, gunakan NPK sebagai tambahannya.
    • Bila kurang tinggi percabangannya, gunakan Calsium Nitrat sebagai tambahannya
    • Bila pertumbuhan bunganya kurang, gunakan pupuk Amophos (Amonium phosfat) sebagai tambahannya
    • Bila hasil buahnya kurang maksimal, gunakan Paten kali/KNO3 sebagai tambahannya.


    Penulis : Jona Sidabukke